Daftar Isi
Pengantar
Pengelasan laser aluminium dapat menghasilkan beberapa cacat umum, termasuk porositas, retak panas, kurangnya fusi, percikan, undercut, dan tampilan las yang tidak stabil. Masalah-masalah ini seringkali berkaitan dengan kebersihan material, kelembapan, daya laser, posisi fokus, gas pelindung, kecepatan pengelasan, pengumpanan kawat, dan desain sambungan. Karena aluminium memiliki konduktivitas termal yang tinggi dan lapisan oksida yang stabil, perubahan kecil dalam kondisi pengelasan dapat memengaruhi penetrasi, pembentukan las, dan kualitas las secara keseluruhan.
Mengidentifikasi penyebabnya adalah langkah pertama untuk meningkatkan kualitas pengelasan. Dalam panduan ini, kami menjelaskan masalah pengelasan laser aluminium yang paling umum, mengapa masalah tersebut terjadi, dan bagaimana cara memperbaikinya. Anda akan mempelajari cara mengatasi masalah porositas, retak, kurangnya fusi, percikan, undercut, dan tembus bakar, serta cara menyesuaikan parameter pengelasan utama untuk hasil pengelasan aluminium yang lebih konsisten.
Apa Saja Masalah Paling Umum yang Terjadi Saat Pengelasan Laser Aluminium?
Pengelasan laser aluminium dapat menghasilkan berbagai jenis cacat pengelasan jika persiapan material, parameter pengelasan, atau kondisi proses tidak dikontrol dengan benar. Masalah yang paling umum meliputi porositas, retak, kurangnya fusi, percikan, undercut, tembus bakar, dan hasil pengelasan yang tidak rata.
| Masalah | Penampilan | Penyebab umum |
|---|---|---|
| kerenikan | Lubang atau rongga kecil di dalam lasan. | Kelembapan, minyak, kontaminasi permukaan, gas pelindung yang tidak stabil |
| Retak | Retakan yang terlihat di dalam atau di sekitar lasan. | Komposisi paduan, masukan panas berlebihan, tegangan termal, retak pembekuan |
| Kurangnya Fusi | Ikatan yang tidak sempurna antara logam las dan material dasar. | Daya laser rendah, kecepatan pengelasan berlebihan, posisi fokus yang tidak tepat. |
| Berhamburan | Tetesan logam di sekitar area pengelasan | Kepadatan energi berlebihan, proses tidak stabil, kontaminasi permukaan. |
| Meremehkan | Alur di sepanjang tepi lasan | Input panas berlebihan, kecepatan pengelasan atau pengumpanan kawat yang tidak tepat |
| Pembakaran | Penetrasi berlebihan, lubang, atau area yang meleleh | Daya laser berlebihan, kecepatan pengelasan lambat, masukan panas berlebihan |
| Hasil Lasan Tidak Merata | Lebar las yang tidak beraturan atau bentuk manik las yang tidak konsisten | Pengumpanan kawat tidak stabil, variasi fokus, fluktuasi kecepatan, celah sambungan tidak rata |
Di antara cacat-cacat tersebut, porositas dan keretakan memerlukan perhatian khusus saat pengelasan aluminium. Porositas sering dikaitkan dengan masuknya hidrogen ke dalam kolam las, dengan kelembapan, kontaminasi permukaan, dan lapisan oksida sebagai sumber umum. Pembersihan yang tepat dan perlindungan gas pelindung yang stabil sangat penting untuk mengurangi masalah ini. Keretakan juga merupakan masalah serius karena paduan aluminium dapat sensitif terhadap keretakan pembekuan dan tegangan termal selama pengelasan.
1. Porositas pada Pengelasan Laser Aluminium
Porositas adalah cacat umum dalam pengelasan laser aluminium. Hal ini terutama disebabkan oleh kelembapan, kontaminasi permukaan, masalah gas pelindung, lubang kunci yang tidak stabil, atau parameter pengelasan yang salah.
Apa Penyebab Porositas?
Porositas terutama disebabkan oleh gas yang terperangkap di dalam kolam las selama proses pembekuan.
- Kelembapan dan Kontaminasi — Kotoran, minyak, kelembapan, atau kontaminan lainnya melepaskan gas selama pengelasan dan menciptakan pori-pori di dalam lasan.
- Lapisan Oksida — Aluminium oksida pada permukaan material dapat memengaruhi stabilitas kolam las dan meningkatkan risiko cacat.
- Perlindungan Gas Pelindung yang Buruk — Aliran gas yang tidak mencukupi atau pelindung yang tidak tepat memungkinkan udara masuk ke area pengelasan dan menyebabkan porositas.
- Lubang Kunci yang Tidak Stabil — Lubang kunci laser yang tidak stabil dapat memerangkap gas selama proses pembekuan.
- Parameter Laser yang Tidak Tepat — Daya laser, kecepatan pengelasan, atau posisi fokus yang tidak tepat dapat menciptakan kolam las yang tidak stabil.
- Pemberian Kawat yang Tidak Stabil — Pemberian kawat pengisi yang tidak konsisten mengganggu kolam las dan memengaruhi kualitas las.
Porositas pada pengelasan laser aluminium bukan disebabkan oleh satu faktor saja. Bagaimana cara mencegahnya? Untuk detail lebih lanjut, lihat: Bagaimana Cara Mengurangi Porositas Pengelasan Laser Aluminium?

Cara Mencegah Porositas
- 1. Bersihkan Material: Hilangkan minyak, gemuk, debu, kelembapan, dan oksida berlebih sebelum pengelasan. Jaga agar kawat pengisi tetap bersih dan kering.
- 2. Periksa Gas Pelindung: Gunakan gas pelindung dengan kemurnian tinggi yang sesuai dan periksa aliran gas, posisi nosel, selang, dan sambungan. Aliran gas yang terlalu sedikit atau terlalu banyak dapat memengaruhi perlindungan.
- 3. Sesuaikan Parameter Laser: Sesuaikan daya laser, kecepatan pengelasan, dan fokus dengan paduan aluminium, ketebalan, dan jenis sambungan. Pengaturan yang salah dapat membuat lubang kunci tidak stabil.
- 4. Periksa Pengumpanan Kawat: Jaga agar kecepatan dan posisi pengumpanan kawat tetap stabil. Periksa kawat, roda pengumpanan, dan sistem pemandu ketika porositas berubah selama pengelasan.
Untuk pengelasan yang kritis, inspeksi visual dapat dilengkapi dengan pengujian sinar-X atau ultrasonik untuk memeriksa porositas internal.
2. Retakan pada Pengelasan Laser Aluminium
Retak adalah cacat pengelasan aluminium yang serius yang dapat mengurangi kekuatan sambungan. Hal ini terutama berkaitan dengan komposisi paduan, masukan panas, kawat pengisi, kesesuaian sambungan, dan hambatan pengelasan.
Mengapa Pengelasan Laser Aluminium Bisa Retak?
Retakan pada pengelasan laser aluminium terutama berkaitan dengan komposisi paduan, masukan panas, perilaku pembekuan, dan kondisi sambungan.
- Komposisi Paduan Aluminium — Beberapa paduan aluminium lebih sensitif terhadap retak pembekuan karena komposisi kimia dan kemampuan pengelasannya.
- Masukan Panas Berlebihan — Masukan panas yang tinggi meningkatkan tegangan termal dan distorsi pengelasan, yang dapat menyebabkan keretakan.
- Pembekuan Cepat — Pendinginan cepat menciptakan tegangan penyusutan di area pengelasan dan meningkatkan risiko retak.
- Pemilihan Kawat Pengisi yang Salah — Paduan pengisi yang tidak sesuai dapat mengurangi keuletan las dan meningkatkan risiko retak panas.
- Sambungan yang Tidak Pas — Celah yang berlebihan atau ketidaksejajaran dapat menciptakan distribusi tegangan yang tidak merata selama pengelasan.
- Pembatasan yang Berlebihan — Pembatasan penyusutan las meningkatkan tegangan internal dan dapat menyebabkan retakan setelah pembekuan.

Cara Mengurangi Keretakan
- 1. Pilih Kawat Pengisi yang Tepat: Sesuaikan kawat pengisi dengan paduan aluminium dan aplikasinya. ER4043 dan ER5356 adalah pilihan umum.
- 2. Kontrol Masukan Panas: Atur daya laser dan kecepatan pengelasan sesuai dengan ketebalan material dan jenis sambungan. Panas berlebih meningkatkan risiko retak.
- 3. Periksa Kesesuaian Sambungan: Jaga agar celah dan keselarasan sambungan tetap konsisten. Kesesuaian yang buruk dapat meningkatkan tegangan pengelasan.
- 4. Kurangi Hambatan pada Perlengkapan Pencahayaan: Gunakan perlengkapan yang sesuai tanpa membatasi pergerakan termal secara berlebihan.
- 5. Kontrol Awal dan Akhir Pengelasan: Gunakan parameter awal dan akhir yang sesuai untuk mengurangi retakan kawah.
- 6. Jaga Kebersihan Material: Hilangkan minyak, gemuk, kelembapan, dan debu sebelum pengelasan. Permukaan yang bersih membantu mengurangi porositas dan ketidakstabilan pengelasan.
Retakan pada pengelasan laser aluminium biasanya melibatkan lebih dari satu faktor. Periksa kawat pengisi, masukan panas, kesesuaian sambungan, dan penahan perlengkapan secara bersamaan selama pemecahan masalah.
Saat mengelas aluminium dengan lebar dan kedalaman yang signifikan, perlu menggunakan kawat pengisi dengan ukuran yang sesuai. Untuk informasi tentang cara memilih jenis dan ukuran kawat pengisi, lihat: Kawat Pengisi Las Laser Aluminium: Panduan Pemilihan Paduan dan Diameter.
3. Kurangnya Fusi pada Pengelasan Laser Aluminium
Kegagalan fusi terjadi ketika logam las tidak sepenuhnya menyatu dengan logam dasar. Hal ini terutama disebabkan oleh masukan panas yang tidak mencukupi, posisi sinar yang salah, pemasangan sambungan yang buruk, atau logam pengisi yang tidak mencukupi.
Apa Penyebab Gagalnya Fusi?
Kegagalan fusi terjadi ketika energi laser tidak cukup untuk melelehkan dan menyatukan sepenuhnya material dasar atau kawat pengisi. Penyebab umum meliputi:
- Daya Laser Rendah — Masukan panas yang tidak mencukupi mencegah peleburan sempurna area sambungan.
- Kecepatan Pengelasan Tinggi — Mengurangi input energi dan membatasi penetrasi las.
- Posisi Fokus yang Salah — Menurunkan kepadatan energi pada sambungan las.
- Pemasangan Sambungan yang Buruk — Mencegah cairan las mencapai dan merekatkan akar sambungan.
- Ketidaksejajaran Balok — Menyebabkan peleburan yang tidak merata di kedua sisi sambungan.
- Kawat pengisi yang tidak mencukupi — Menyebabkan pengisian yang tidak sempurna dan fusi yang lemah.
- Kontaminasi Permukaan — Mengurangi penyerapan laser dan memengaruhi pembasahan kolam las.

Cara Memperbaiki Kurangnya Fusi
- 1. Sesuaikan Daya dengan Ketebalan Material: Periksa apakah daya laser sesuai dengan ketebalan aluminium dan desain sambungan.
- 2. Periksa Kesesuaian Sendi: Jaga agar celah dan keselarasan sendi berada dalam rentang yang dibutuhkan. Celah yang terlalu besar atau terlalu kecil dapat memengaruhi fusi.
- 3. Tingkatkan Daya Laser Jika Diperlukan: Jika input panas tidak mencukupi, tingkatkan daya laser secara bertahap. Hindari daya yang berlebihan, karena dapat menyebabkan panas berlebih, percikan, atau porositas.
- 4. Kurangi Kecepatan Pengelasan: Jika kecepatan pengelasan terlalu tinggi, kurangi untuk meningkatkan masukan panas dan meningkatkan penetrasi.
- 5. Sesuaikan Posisi Fokus: Atur fokus sesuai dengan ketebalan material dan geometri sambungan. Fokus yang salah dapat mengurangi kepadatan energi di area fusi.
- 6. Periksa Posisi Kawat Pengisi: Jaga agar titik pemasukan kawat berada di dalam area yang terkena laser. Penempatan kawat yang salah dapat menyebabkan pengisian yang tidak merata dan fusi yang buruk.
- 7. Lakukan Pengelasan Uji: Sebelum produksi, uji material dan sambungan yang sama dengan parameter yang dipilih. Inspeksi penampang dapat digunakan untuk memeriksa fusi dan penetrasi.
Kegagalan fusi biasanya berkaitan dengan masukan panas, posisi berkas las, kesesuaian sambungan, atau kawat pengisi. Periksa faktor-faktor ini secara bersamaan dan verifikasi hasilnya dengan pengelasan uji sebelum produksi.
4. Percikan Berlebihan Selama Pengelasan Laser Aluminium
Percikan terjadi ketika logam cair terlempar keluar dari kolam las. Percikan yang berlebihan biasanya terkait dengan kepadatan daya yang tinggi, lubang kunci yang tidak stabil, fokus yang salah, pengumpanan kawat, atau gas pelindung.
Mengapa Pengelasan Laser Aluminium Menghasilkan Percikan?
Penyebab umum meliputi:
- Kepadatan daya laser yang berlebihan
- Lubang kunci yang tidak stabil
- Posisi fokus tidak tepat
- Pemberian makan kawat yang tidak stabil
- Kontaminasi permukaan
- Perlindungan gas pelindung yang buruk

Cara Mengurangi Percikan
| Memeriksa | Apa yang perlu disesuaikan |
|---|---|
| Kekuatan laser | Sesuaikan daya dengan ketebalan material. |
| Kecepatan pengelasan | Pertahankan input panas yang sesuai. |
| Fokus | Periksa posisi fokus |
| Pengumpanan kawat | Stabilkan kecepatan dan posisi |
| Gas pelindung | Periksa aliran dan keselarasan nosel. |
| Permukaan | Bersihkan minyak dan kotoran. |
5. Undercut dan Burn-Through
Undercut adalah alur yang terbentuk di sepanjang tepi las. Hal ini umumnya disebabkan oleh masukan panas yang berlebihan, kecepatan pengelasan yang tinggi, posisi sinar yang salah, atau pemberian kawat yang tidak tepat. Burn-through terjadi ketika panas yang berlebihan melelehkan material. Hal ini lebih umum terjadi pada aluminium tipis atau celah sambungan yang terlalu besar.
Mengapa Terjadi Undercut dan Burn-Through?
- Daya laser yang berlebihan
- Kecepatan pengelasan rendah
- Masukan panas berlebihan
- Bahan aluminium tipis
- Celah sendi yang berlebihan
- Posisi sinar atau pemasukan kawat yang salah

Cara Mencegah Undercut dan Burn-Through:
- Sesuaikan daya laser dan kecepatan pengelasan untuk mempertahankan masukan panas yang sesuai.
- Optimalkan posisi fokus dan penyelarasan berkas cahaya untuk distribusi energi yang stabil.
- Pilih kecepatan pengumpanan kawat pengisi yang tepat sesuai dengan kondisi pengelasan.
- Periksa celah sambungan dan pastikan pemasangan yang tepat sebelum pengelasan.
- Gunakan parameter pengelasan yang sesuai untuk ketebalan aluminium yang berbeda.
Untuk mengurangi undercut dan burn-through, periksa daya laser, kecepatan pengelasan, posisi fokus, dan celah sambungan.
6. Lasan Laser Aluminium yang Tidak Rata atau Tidak Stabil
Hasil pengelasan yang tidak rata dapat disebabkan oleh pergerakan yang tidak konsisten, pengumpanan kawat, fokus, kesesuaian material, atau gas pelindung.
Penyebab umum
- Gerakan tangan yang tidak stabil
- Kecepatan pengelasan yang tidak konsisten
- Pemberian makan kawat yang tidak stabil
- Fokus salah
- Pemasangan material yang buruk
- Gas pelindung yang tidak konsisten

Cara Meningkatkan Konsistensi Pengelasan
Jaga agar gerakan obor dan kecepatan pengelasan tetap stabil. Periksa posisi fokus, kesesuaian sambungan, pengumpanan kawat, dan gas pelindung saat lebar atau bentuk lasan berubah.
Untuk mesin las laser genggam, kontrol obor yang stabil sangat penting untuk hasil las yang konsisten. Saat menggunakan kawat pengisi, pengumpan kawat yang sesuai dapat membantu menjaga kecepatan dan posisi pengumpanan yang stabil.
Bagan Pemecahan Masalah Pengelasan Laser Aluminium
Cacat pengelasan laser aluminium terutama berkaitan dengan kondisi material, parameter laser, gas pelindung, dan pengumpanan kawat.
| Masalah Pengelasan | Kemungkinan penyebabnya | Pemeriksaan yang Direkomendasikan |
|---|---|---|
| kerenikan | Kelembapan atau kontaminasi; lubang kunci tidak stabil; perlindungan gas yang buruk | Bersihkan material dan kawat; periksa aliran gas, kemurnian, dan posisi nosel. |
| Retak | Sensitivitas retak paduan; masukan panas berlebihan; kawat pengisi yang tidak sesuai | Periksa jenis paduan dan kawat pengisi; sesuaikan daya laser dan kecepatan pengelasan. |
| Kurangnya Fusi | Daya laser rendah; kecepatan pengelasan tinggi; fokus tidak tepat; sambungan tidak pas. | Sesuaikan daya dengan ketebalan material; kurangi kecepatan jika perlu; periksa fokus dan celah sambungan. |
| Berhamburan | Lubang kunci tidak stabil; daya berlebih; kontaminasi; perlindungan gas yang buruk | Periksa daya, fokus, aliran gas, dan kebersihan material. |
| Pembakaran | Masukan panas berlebihan; kecepatan pengelasan rendah; celah sambungan besar | Kurangi daya atau tingkatkan kecepatan; periksa fokus dan celah sendi. |
| Meremehkan | Input panas berlebihan; kecepatan pengelasan tinggi; pengumpanan kawat yang tidak mencukupi | Sesuaikan daya dan kecepatan; periksa diameter kawat, kecepatan pengumpanan, dan posisi. |
| Manik-manik Tidak Rata | Kecepatan gerak tidak stabil; pengumpanan kawat tidak stabil; pemasangan yang buruk; getaran peralatan. | Periksa pergerakan obor, pengumpanan kawat, kesesuaian sambungan, dan stabilitas perlengkapan. |
Sebagian besar cacat pengelasan laser aluminium berkaitan dengan kebersihan material, parameter laser, gas pelindung, dan pengumpanan kawat. Periksa kondisi dasar ini terlebih dahulu, kemudian sesuaikan daya, kecepatan, fokus, gas, dan pengumpanan kawat sesuai kebutuhan.
Pengelasan Laser Aluminium: Daftar Periksa Pra-Produksi
Pemeriksaan pra-produksi dasar membantu mencegah cacat umum pengelasan laser aluminium dan menjaga proses pengelasan tetap stabil. Periksa material, sambungan, parameter, dan peralatan sebelum produksi.
Sebelum Pengelasan
- Periksa Paduan dan Ketebalannya
Konfirmasikan jenis paduan aluminium dan ketebalan material. Atur parameter pengelasan awal sesuai dengan informasi tersebut. - Membersihkan Permukaan
Hilangkan minyak, kelembapan, debu, dan oksida berlebihan sebelum pengelasan. - Periksa Kecocokan Sambungan
Periksa celah sambungan, keselarasan, dan kondisi permukaan sebelum pengelasan. - Pilih Kawat Pengisi
Pilih kawat pengisi yang sesuai dengan paduan dasar dan persyaratan sambungan. - Periksa Gas Pelindung
Periksa kemurnian gas, aliran, posisi nosel, dan sambungan selang. - Tetapkan Parameter Awal
Atur daya laser, kecepatan pengelasan, fokus, dan pengumpanan kawat berdasarkan material dan sambungan.
Selama Pengelasan
- Jaga Kecepatan Perjalanan Tetap Stabil
Hindari perubahan kecepatan pengelasan yang tiba-tiba, karena dapat memengaruhi masukan panas dan penetrasi. - Pantau Kolam Las
Perhatikan kolam las dan lubang kunci untuk perubahan ukuran, bentuk, atau kestabilan. - Jaga agar posisi nosel tetap stabil.
Pertahankan sudut, ketinggian, dan posisi obor yang konsisten. - Periksa Pengumpanan Kawat
Jaga agar kecepatan dan posisi pemasukan kawat tetap stabil saat menggunakan kawat pengisi. - Perhatikan percikan dan porositas.
Peningkatan tiba-tiba pada percikan atau porositas yang terlihat menunjukkan bahwa kondisi pengelasan perlu diperiksa.
Setelah Pengelasan
- Periksa Tampilan Las
Periksa adanya retakan, bagian yang tergerus, percikan, pori-pori, dan pembentukan lapisan yang tidak rata. - Periksa Penetrasi
Pastikan bahwa lubang penetrasi memenuhi persyaratan desain. - Periksa Adanya Retak dan Porositas
Berikan perhatian khusus pada bagian tengah las dan area ujungnya. - Lakukan Pengujian yang Diperlukan
Gunakan pengujian sinar-X, ultrasonik, tekuk, atau tarik bila diperlukan oleh aplikasi atau spesifikasi pelanggan. - Rekam Parameter yang Memenuhi Syarat
Catat pengaturan daya, kecepatan, fokus, pengumpanan kawat, dan gas yang telah diverifikasi untuk produksi berulang.
Daftar periksa praktis mencakup persiapan material, kondisi pengelasan, dan inspeksi akhir. Untuk produksi massal, pertahankan parameter yang telah diverifikasi sebagai pengaturan standar untuk material dan sambungan yang sama.
Masalah dalam pengelasan aluminium selalu ada, tetapi bukan berarti tidak dapat dihindari. Untuk masalah umum dan solusinya dalam pengelasan laser serat optik, lihat artikel: Pengelasan Aluminium dengan Laser Serat Optik: Tantangan dan Solusi.
Bisakah Mesin Las Laser Genggam Mengelas Aluminium?
Ya. Mesin las laser genggam dapat mengelas aluminium jika daya laser, sistem optik, gas pelindung, parameter pengelasan, dan kawat pengisi sesuai dengan paduan dan ketebalan material.
Aluminium memiliki konduktivitas termal yang tinggi dan membutuhkan masukan panas yang stabil. Daya laser yang tepat harus dipilih berdasarkan ketebalan material, jenis sambungan, kecepatan pengelasan, dan persyaratan produksi.
Berapa daya yang sesuai untuk pengelasan laser aluminium?
KEMPSON menawarkan mesin las laser aluminium mulai dari 1500W hingga 6000W untuk berbagai kebutuhan produksi:

4000W : Aluminium dengan ketebalan lebih tinggi dan konstruksi yang kokoh.
Pemilihan daya tidak boleh hanya berdasarkan watt saja. Ketebalan material, paduan aluminium, desain sambungan, kecepatan pengelasan, kawat pengisi, dan penetrasi yang dibutuhkan semuanya harus dipertimbangkan.
Mengapa Memilih Mesin Las Laser KEMPSON untuk Aluminium?
KEMPSON menyediakan solusi pengelasan laser 1500W–6000W untuk berbagai kebutuhan pengelasan aluminium. Konfigurasi dapat dipilih sesuai dengan material, ketebalan, jenis sambungan, kecepatan pengelasan, dan kebutuhan produksi.
Untuk model dan parameter pengelasan yang sesuai, hubungi kami dengan menyebutkan jenis paduan aluminium, ketebalan material, dan jenis sambungan yang Anda gunakan untuk mendapatkan konfigurasi yang direkomendasikan.

FAQ (Pertanyaan Umum)
Mengapa pengelasan laser aluminium menghasilkan porositas?
Porositas terutama disebabkan oleh kelembapan, kontaminasi permukaan, perlindungan gas pelindung yang buruk, lubang kunci yang tidak stabil, atau parameter laser yang tidak sesuai. Bersihkan material dan kawat pengisi, lalu periksa aliran gas, fokus, daya, dan kecepatan pengelasan.
Bagaimana cara mencegah porositas pada pengelasan laser aluminium?
Bersihkan permukaan aluminium sebelum pengelasan dan pastikan kawat pengisi tetap kering. Periksa aliran gas pelindung dan posisi nosel, kemudian sesuaikan daya laser, kecepatan pengelasan, dan fokus untuk mendapatkan kolam las yang stabil.
Mengapa hasil pengelasan laser aluminium saya retak?
Keretakan dapat disebabkan oleh paduan aluminium, masukan panas yang berlebihan, kawat pengisi yang tidak sesuai, pemasangan sambungan yang buruk, atau pengekangan perlengkapan yang berlebihan. Periksa paduan dan kawat pengisi terlebih dahulu, kemudian tinjau parameter pengelasan.
Bagaimana cara mencegah keretakan pada pengelasan laser aluminium?
Gunakan kawat pengisi yang kompatibel dengan paduan dasar dan kendalikan daya laser serta kecepatan pengelasan. Pastikan sambungan terpasang dengan benar dan hindari pengekangan perlengkapan yang berlebihan.
Mengapa pengelasan laser aluminium menghasilkan percikan?
Percikan berlebihan biasanya disebabkan oleh kepadatan daya yang tinggi, lubang kunci yang tidak stabil, fokus yang salah, pengumpanan kawat yang tidak stabil, kontaminasi, atau gas pelindung yang buruk. Periksa daya, fokus, pengumpanan kawat, aliran gas, dan kondisi permukaan.
Bagaimana cara mengatasi kurangnya fusi pada pengelasan laser aluminium?
Periksa daya laser, kecepatan pengelasan, posisi fokus, penyelarasan sinar, dan celah sambungan. Tingkatkan masukan panas atau kurangi kecepatan pengelasan jika diperlukan, sambil menghindari panas berlebih.
Apa yang menyebabkan tembusan saat pengelasan laser aluminium?
Terjadi tembusan biasanya disebabkan oleh masukan panas yang berlebihan, daya laser yang tinggi, kecepatan pengelasan yang rendah, material yang tipis, atau celah sambungan yang terlalu besar. Sesuaikan daya, kecepatan, fokus, dan celah sambungan untuk mengendalikan penetrasi.
Berapa daya laser yang cocok untuk pengelasan aluminium?
Daya yang dibutuhkan bergantung pada paduan aluminium, ketebalan, jenis sambungan, kecepatan pengelasan, dan persyaratan penetrasi. KEMPSON menawarkan mesin las laser dari 1500W hingga 6000W, yang mencakup fabrikasi aluminium tipis hingga aplikasi dengan ketebalan lebih tinggi dan tugas berat.




